REDLINENEWS – Tenaga Kesehatan (Nakes) Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di Desa Modapuhi Trans, Kecamatan Mangoli Utara, Kabupaten Kepulauan Sula, Maluku Utara diduga sering malas berkantor.

Hal ini disampaikan Lodowina Rumsory, yang diunggah di Facebook grup Dad Hia Ted Sua. Dalam postingan tersebut, Lodowina Rumaory meminta kepada perawat PPPK yang ditempatkan di Desa Modapuhi Trans, agar kembali bertugas.

“Untuk perawat yang lulus PPPK yang di tempatkan di Desa Modapuhi Trans, coba kalian jangan terlalu duduk di Desa Falabisahaya,” tulis Lodowina.

Dia menyebut, para Nakes tersebut menjalankan tugas di Desa Modapuhi Trans hanya satu atau dua hari. Setelah itu, para perawat itu kembali lagi ke Desa Falabisahaya.

“Datang tugas cuman satu atau d hari saja, setelah itu sudah balik lagi ke Falabisahaya dan duduk di sana. Makanya saat kita datang berobat, tidak ada petugas. Jangan cuman tahu terima gaji, baru tugas tidak batul,” ujarnya

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Kepulauan Sula, Suryati Abdullah, mengaku dirinya telah mengkonfirmasi dengan Kepala Puskesman (Kapus) Falabisahaya.

Namun menurut Kapus Falabisahaya, perawat tersebut pulang ke Falabisahaya setiap Sabtu, dan hari Senin mereka sudah kembali ke tempat tugas di Modapuhi Trans.

“Saya sudah konfirmasi ke Kapus Falabisahaya. Jadi katanya, perawat itu hari Sabtu dia pulang ke Falabisahaya, dan Senin sudah balik ke tempat tugas di di Desa Modapuhi Trans,” ungkap Suryati, Senin (26/2026).

Meski begitu, saat ini pihaknya masih meminta absensi kehadiran dari perawat tersebut.”Sementara saya minta absen yang bersangkutan. Jika terbukti bersalah, maka akan ada sanksi berupa SP 1 oleh Kapus,” tegas Suryati.